Buat saya yang mulai beraktifitas secara resmi (baca : jam kantor) pukul
09.00 WIB, bangun pagi itu dapat dibagi menjadi tiga kategori =
1. Bangun jam 5-6. Bangun pagi ideal. Masih sempat sholat Shubuh di waktu yang tepat. Masih bisa nonton Infotainment. Kalau masih nggak males sih bisa bikin sarapan pagi ganjal perut berupa teh hangat dan camilan. Bisa juga menyempatkan diri membuka laptop untuk mengecek notifikasi. Selain itu, bisa mandi lebih pagi, dandan lebih lama, dan bisa membuat mata belok dengan mengoles eyeshadow natural! Pagi yang indah.
Mood ketika sudah berhasil bangun = Lalalaa, langitnya cerah sekali, daun-daun hijau sekali. Yeyeye.
2. Bangun jam 6-7. Bangun pagi-agak-siang yang (yeahhh) bisa dimaafkan deh. Meski matahari sudah naik dan waktu sholat sudah lewat, saya masih sempet ndengerin infotainment ketika dandan (Baca = dengerin! Karena untuk melihat pasti nggak sempat). Lupakan teh hangat, lupakan mengecek laptop. Apalagi periksa tugas-tugas. -___-
Mood ketika bangun = separo malaikat separo iblis.
3. Bangun jam 7-8. Ini adalah bangun pagi biadab. Biasanya karena saya keasyikan mimpi sampai males bangun ke dunia nyata yang penuh sandiwara ini. Bisa juga terjadi ketika mata sudah melek pukul 5 pagi tapi lalu merem lagi (niatnya) barang sekitar sepuluh menit karena merasa masih pagi. Walahdalah, biasanya rencana awal cuma sepuluh menit pada kenyataannya jadi dua jam! Jadi, hampir dapat dipastikan saya bangun jadi kesusu, ingin melempar seuatu, pengen mengumpat, pengen marah tapi sama siapa (?), dan mandi dandan setara kecepatan cahaya sambil menggerutu.
Mood ketika bangun = senggol bacok.
Nah, lalala yeyeyeye, sudah semingguan ini saya bangun pagi di tipe yang nomor tiga!! Oh my, bukan minggu yang bagus apalagi kebiasaan yang bagus. Meski saya berangkat dengan wajah yang (pura-pura) ceria tapi lima belas menit lalu barangkali saya sedang berkaca sambil mengeluh kenapa kantung mata saya tambah gemuk.
Saya punya pendapat, mood ketika bangun pagi itu memiliki efek domino yang mahadahsyat. Jadi semisal kita bangun pagi dengan senang dan bahagia, maka aktifitas yang mengikutinya bakal menyenangkan juga. Mandi sambil nyanyi, mikirin baju yang akan dipakai sambil bersiul, dandan dengan senang, berangkat ngantor atau kuliah dengan senang, menghirup udara pagi dengan riang sambil nyanyi lagunya Tasya Anak Gembala.
Perasaan positif ini akan menimpa kita seharian dari mulai bangun pagi hingga tidur kembali.
Begitu pula sebaliknya. Jika bangun dalam perasaan "Fak the world! Jampiro ki??", niscaya seharian itu juga bakal terbawa dan mengalami hal nggak enak. Mulai dari sebel sama sabun mandi, sebel sama baju yang nggak cocok dipakai, sebel sama kantung mata. Sebel sama semuanya, bahkan burung berkicau pun dianggap sebagai Angry Bird yang siap menumpahkan kotoran ke helm atau kepala kita.
Karena itu saya berpikir bahwa bangun siang adalah hal yang sangat berbahaya. Saya harus keluar dari kondisi ini, secepatnya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar